Advertisement
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Pengunjung

Hari ini5
Kemarin42
Minggu ini146
Bulan ini340
Total9689

(C) Fliesenstadt
Pakar
Prof. dr. Lili I Rilantono

Image
Prof. dr. Lili I Rilantono
Prof. Lily I Rilantono, ibu dari dua orang anak dan 3 cucu ini sudah sejak lama telah memperhatikan masalah peningkatan kualitas dan kesejahteraan anak. Dokter spesialis anak dan jantung ini adalah salah satu pendiri Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) yang berdiri sejak 1979 dan telah telah mengantarkan lembaga ini sebagai LSM nasional yang telah mendapat pengakuan internasional, dengan diberikannya special consultative status oleh ECOSOC (the Economic and Social Council of The United Nations) sejak tahun 2002.

 

Lahir di Cirebon 12 Desember 1932, semangat dan komitmen Prof. Lily untuk masa depan anak Indonesia tidak pernah berhenti. Ia telah banyak mengubah cara pandang  dan kesadaran berbagai kalangan masyarakat tentang hak anak dan pentingnya mempersiapkan anak sejak dini sebagai pemilik dan pengelola masa depan dengan memenuhi hak-haknya, antara lain kesehatan, gizi dan pendidikan.

 
Prof. Soegeng Santoso

 

Image
Prof. Dr. Soegeng Santoso
Prof. Soegeng Santoso adalah salah seorang tokoh yang aktif di bidang pendidikan anak, pendiri lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) sekaligus perintis lahirnya jurusan S-1 jurusan PAUD di UNJ dan menjadi guru besar disana. Seorang yang sangat peduli terhadap nasib perkembangan anak dan berpandangan bahwa pendidikan anak usia dini benar-benar menjadi dasar dari keseluruhan pendidikan karena pada saat yang bersamaan terjadi proses pembentukan karakter, pribadi, norma tentang berakhlak mulia serta budi pekerti luhur.  


 
Prof. Dr. Conny Semiawan

ImageProfesor Conny Riowskina Semiawan lahir di Ngawi, Jawa Timur, 6 Nopember 1930, Guru Besar dan mantan Rektor Universitas Jakarta serta ibu dari 7 orang anak ini sudah sejak usia 16 tahun memutuskan untuk menjadi seorang guru. Menurutnya menjadi guru selain merupakan cita-citanya juga lebih banyak manfaatnya.


Tentang pendidikan anak ia mempunyai konsep “anak tidak bisa disamakan dengan tanah liat yang dapat dibekak-bekuk, atau seperti tanaman yang mencari sinar sendiri”. Gelar doktor diraih dari IKIP Jakarta dengan disertasi Lingkungan Belajar yang Mengundang, Suatu Pendekatan Bermakna dalam Peningkatan Perkembangan Anak Retardasi Mental. Di luar negeri pendidikan yang diambil yaitu Orthopedagogik di Belanda dan Guidance and Counseling di Amerika Serikat
.    

 
Pakar

                       

  • Prof. Dr. Fawzia Aswin Hadis                     
  • Dr. Anggani Sudono                                                                                 
  • Dra. Hj. Nurlaila N.Q. Mei Tientje 
  • Dr. Damanhuri Rosadi, SKM                      
  • Dra. Nina Sardjunani, MA