| Gizi Anak Indonesia Masih Belum Tercukupi |
|
Jika nutrisi anak tak terpenuhi, maka bisa berpengaruh pada kesehatan fisik dan emosinya. VIVAnews - Pemenuhan gizi bagi anak-anak merupakan hal paling penting di masa pertumbuhan. Gizi inilah, yang nantinya akan menjadi modal mereka untuk berkembang menjadi anak-anak sehat dan pintar secara optimal. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, otomatis pertumbuhan mereka pun akan menjadi baik. Untuk di Indonesia sendiri, pemenuhan gizi bagi anak-anak masih menjadi masalah, terutama di daerah-daerah terpencil. Kekurangan dari segi ekonomi membuat para orang tua tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Yang kemudian terjadi adalah banyaknya kasus gizi buruk, yang berujung pada kematian anak maupun balita. Untuk mengatasinya dibutuhkan kerjasama semua pihak atau istilah dari dokter Saptawati adalah ABG.COMM. "Untuk mengatasi gizi buruk di Indonesia ini bukan hanya tugas pemerintah atau departemen kesehatan saja, tetapi semua lapisan masyarakat. Saya menyebutnya kerjasama ABG.COMM, yaitu Academic, Bussiness, Government, dan Community. Academic itu ya kalangan dokter seperti saya, lalu kalangan bisnis sebagai pemegang roda perekonomian juga harus perduli terhadap masalah gizi anak-anak. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat juga harus berjalan secara berkesinambungan," kata dr. Saptawati. Masalah gizi buruk ini memang tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Dan, untuk mengatasinya Nestle membuat program Dancow Enriched Peduli Gizi. Salah satu kegiatannya adalah memberikan susu gratis kepada anak-anak di delapan SD di Jakarta Utara. Lalu, pemenuhan gizi mereka juga akan dipantau oleh staf dokter dari PDGMI. Sumber: http://kosmo.vivanews.com |
